Emotional Intelligence Series #1 : Apa Kamu Punya Rahasia?


Emotional Intelligence Series #1 : Apa Kamu Punya Rahasia?, Book : Softcover
Rp 99,000 Rp 25,000
Emotional Intelligence Series #1 : Apa Kamu Punya Rahasia?
 

Emotional Intelligence Series #1, Apakah Kamu Punya Rahasia?
Belajar Memahami Rahasia yang Baik dan Buruk

Teks: Jennifer Moore-Mallinos & Nuria Roca
Ilustrasi: Marta Fabrega
Pengalih Bahasa: Meliana Simamora, Veronica Sri Utami.
 
21,5 x 21,5cm
Kondisi : Baru Segel
Full Warna & Gambar, 180 Halaman
 
Biasanya, anak-anak punya kepedulian dan kekhawatiran terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Para orangtua kadang menganggap bahwa mereka belum perlu tahu tentang apa yang terjadi atau bingung bagaimana menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada anak-anak. Buku ini ditulis khusus agar anak-anak bisa membacanya bersama orangtua untuk memahami berbagai kejadian sekitar mereka.
 
Buku ini mendorong anak-anak untuk menggali masalah dan perasaan mereka agar bisa membicarakan hal-hal yang mengganggu pikiran mereka secara terbuka. Dilengkapi dengan ilustrasi menarik dan panduan bagi orangtua di setiap akhir cerita.
 
Daftar isi buku:
1. Ibuku Juga bekerja. (Membantu anak memahami bahwa banyak alasan yang mendorong keputusan keluarga yang kedua orang tuanya bekerja di luar rumah).
2. Apa kamu merasa malu? (Membantu anak memahami bahwa perasaan malu akan hilang sedikit demi sedikit jika mereka belajar mengekspresikan diri).
3. Ketika Orangtuaku Lupa Bagaimana Caranya Berteman. (Membantu anak memahami apa yang terjadi saat orangtua mereka berpisah, dan semua itu bukanlah kesalahan si anak).
4. Apa Kamu Punya Rahasia? (Mendorong anak berani untuk menceritakan rahasia yang membuat mereka sedih atau takut.)
5. Aku Ingat. (Mendorong anak yang sedang berdukacita untuk mengeksplorasi perasaan kehilangan dan kesedihan mereka.)
6. Adikku Autistik (Mendeskripsikan kenyataan yang dialami anak autistik dan saudara kandungnya setiap hari. Cerita ini mendorong anak-anak belajar untuk sabar, pengertian, dan toleransi saat berhadapan dengan teman yang autistik.)